Selasa, 18 Mei 2010

MANAJEMEN PEMBELAJARAN

A. Pendahuluan
Pada era globalisasi ini, masyarakat kita dikejutkan oleh munculnya pemikiran baru dalam dunia pendidikan, yakni Total Quality Education (TQE). Pemikiran tersebut bermula dari konsep Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) yang lebih populer dengan TQM. Demikian pengantar yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurrozi, M.Ag dalam terjemahan dari Total Quality Management in Education tulisan Edward Sallis, yang dibuatnya.
Konsep dasar yang hendak dikembangkan dalam TQE, sesuai dengan prinsip dalam dunia bisnis adalah untuk melakukan pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan.(Sallis, 2006 : 8). Lebih lanjut digambarkan bahwa pelanggan adalah pengelola institusi pendidikan seperti manajer, kepala sekolah, guru, dan staf karyawan (internal customer), di samping masyarakat, pemerintah dan dunia industri (external customer).
Kepuasan pelanggan bisa terwujud jika manajemen pendidikan telah mengarah pada penetapan standar mutu proses pembelajaran yang dapat berdaya guna dan secara optimal menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kemampuan dasar. Produk dimaksud adalah siswa lulusan dengan kompetensi tertentu yang siap memasuki program studi lanjut atau dunia kerja dalam arti yang seluas-luasnya.

B. Hakekat Manajemen Pembelajaran
Sesuai perkembangan kebutuhan manusia, pemahaman tentang manajemen juga mengalami perkembangan secara luas. Manajemen diartikan sebagai mengelola orang-orang, mengambil keputusan dan mengorganisasi sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan. Demikian definisi Ernest Dale dalam buku Manajemen Pendidikan Indonesia yang ditulis Prof. Dr. Made Pidarta.
Pengertian yang lain ialah menekankan pengaturan orang-orang yang tugasnya mengarahkan usaha ke arah tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain.(Massie, 1973 : 4). Sesuatu aktivitas menggerakkan oarang lain, suatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah diputuskan terlebih dahulu (Siagian, 1979 : 74 – 75)
Pada bagian lain buku tersebut Prof. Dr. Made Pidarta mengutip pandangan Robert N. Anthony yang mengatakan bahwa para pemimpin organisasi disebut para manajer, sedangkan secara kolektif mereka disebut manajemen (Anthony, 1974 : 296). Secara umum manajemen diartikan sebagai proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan (Johnson, 1973 : 15).
Belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan pembelajaran dipandang sebagai proses kegiatan menggerakkan orang-orang untuk belajar. Dalam kegiatan pembelajaran akan tercipta berbagai teknik-teknik yang bersifat kelembagaan, artinya disesuaikan dengan lembaga pendidikan tertentu, seperti 1) teknik menciptakan masyarakat belajar di sekolah, 2) teknik menciptakan masyarakat ilmiah di perguruan tinggi, 3) teknik mengadakan dan mengatur sumber belajar, 4) teknik meningkatkan partisipasi alumni dan masyarakat, 5) teknik meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang sejenis, dan 6) teknik ketatausahaan yang tepat waktu dan konsisten.(Pidarta, 2004 : 100),, .
Beberapa isu yang berhubungan dengan proses belajar mengajar antara lain: 1) variasi aktivitas belajar cenderung kurang menyeluruh, dan hanya didasarkan pada minat, perhatian, kesenangan, dan latar belakang guru; 2) aktivitas pendidikan yang diperoleh siswa terbatas; 3) aktivitas siswa kurang berorientasi kepada gaya hidup di masa mendatang.(Suherman, 2001 : 27).
Berdasarkan pemikiran tersebut manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha ke arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain berupa peningkatan minat, perhatian, kesenangan, dan latar belakang siswa (orang yang belajar), dengan memperluas cakupan aktivitas (tidak terlalu dibatasi), serta mengarah kepada pengembangan gaya hidup di masa mendatang.



C. Pengembangan Manajemen Pembelajaran
Apa yang harus dikerjakan oleh manajer pembelajaran dalam kaitannya dengan pengembangan manajemen pembelajaran? Sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara ringkas, singkat dan cepat. Sedikitnya diperlukan lima langkah besar dalam rangka pemenuhan target kegiatan tersebut, antara lain: 1) manajemen atmosfir pembelajaran; 2) manajemen tugas ajar; 3) manajemen tugas ajar dalam domain kognitif dan afektif; 4) manajemen penyajian bahan pembelajaran; dan 5) manajemen lingkungan pembelajaran. (Suherman, 2001 : 35 – 57).
Beberapa bagian terpenting dari manajemen pembelajaran tersebut antara lain: 1) penciptaan lingkungan belajar; 2) mengajar dan melatihkan harapan kepada siswa; 3) meningkatkan aktivitas belajar; dan 4) meningkatkan disiplin siswa.(2001 : 54). Selain itu dalam penyusunan materi diperlukan pula rancangan tugas ajar dalam wilayah psikomotrik, rancangan tugas ajar dalam wilayah kognitif, serta rancangan tugas ajar dalam wilayah afektif.

D. Pelaksanaan Manajemen Pembelajaran
Praktek manajemen menunjukkan bahwa fungsi atau kegiatan manajemen seperti planing, organizing, actuating, dan controling secara langsung atau tidak langsung selalu bersangkutan dengan unsure manusia, planning dalam manajemen adalah ciptaan manusia, organizing selain mengatur unsure manusia, actuating adalah proses menggerakkan manusia-manusia anggota organisasi, sedang controlling diadakan agar pelaksanaan manajemen (manusia-manusia) selalu dapat meningkatkan hasilnya. (Widayanti, 1998 : 7).
Dari fakta di atas dapatlah dibenarkan bahwa pendapat yang menyatakan sukses tidaknya suatu organisasi untuk bagian yang besar tergantung kepada orang-orang yang menjadi anggotanya. Betapa pun sempurnanya rencana-rencana, organisasi dan pengawasan penelitiannya, bila orang-orang tidak mau melekukan pekerjaan yang diwajibkan atau bila mereka tidak dapat menjalankan tugas yang diwajibkan kepadanya tidak akan diperoleh hasil yang sesuai atau optimal.(1998 ; 8)


E. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan usaha untuk menggerakkan orang-orang dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut diperlukan langkah-langkah nyata seperti planning, organizing, actuating, serta controlling.
Dalam dunia pendidikan (termasuk di dalamnya pembelajaran) kegiatan dalam manajemen baik umum maupun ekonomi diperlukan dan pada bagian tertentu dapat diterapkan demi mendapatkan hasil yang optimal.


DAFTAR PUSTAKA

Pidarta, Made, Prof. Dr. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta : Rineka Cipta.

Sallis, Edward, 2006. Total Quality Management im Education, terjemahan. Yogyakarta IRCiSoD.

Suherma, Adang, Drs., M.A. dan Drs. Agus Mahendra, M.A.2001. Menuju Perkembangan Menyeluruh, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga.
Widiyanti, Ninik, Dra. 1998. Manajemen Koperasi, Jakarta : Rineka Cipta.

Tidak ada komentar: